28 March 2009

HADIAH UNTUK MINA (Terinspirasi dari kisah nyata)

“ Selamat ulang tahun, Mina.” Riuh pesta sedehana yang dirayakan dirumah Mina, disela – sela kerja kelompok aku dan teman – temanku. Wajah Mina terlihat senang dan bahagia. Dia terkejut akan hal in, aku dan teman – temanku memang sudah merencanakan kejutan ulang tahun untuk Mina.

Hey, rupanya aku belum memperkenalkan diri. Namaku Aria. Aku adalah salah satu sahabat baik Mina dan pengagum dia sejak kelas satu. Enam bulan yang lalu aku sudah menyatakan perasaanku pada Mina, tapi ditolak karena dia sudah memiliki kekasih.

“ Aria, mana kado dari kamu?” Ucap Mina.

“ Oh, Iya. Ini buat kamu.” Aku mengeluarkan kado untuk Mina dari jaketku, yang kubuat tadi malam, hanya tiga buah foto Mina yang dibingkai dengan

stik es krim.

“ Ih, Arya lucu banget, makasih yah.”

“ Sama – sama.”

Setelah perayaan itu selesai, kami pun memulai kerja kelompok. Aku senang melhat Mina bahagia dihari ulang tahunnya. Semalam dia curhat padaku, dia bilang ngerasa BT soalnya ga ada yang ngasih surprise terus ga ada pacar yang menemani di saat bahagia.aku mencoba menghiburnya, dan akhirnya dia terhibur dan meminta hadiah ulang tahun padaku. Dasar anak manja.

“ Eh, aku pulang duluan, udah disuruh pulang” Ucap Dimas.

“ Mas, tungguin bentar aku belum beres “ Ucap Desi.

Dimas Menunggu Desi di teras rumah Mina.

“ Mas kenapa udah pulang?” Tanya Ikal.

“ Udah ditungguin dirumah, soalnya mau pergi.”

“ Ohh, Kayaknya aku pulang sekarang. Gori, kita udah beres ‘kan?

” Udah.” Jawabku. Gori adalah sapaan Ikal dan anak – anak disekolah, mungkin badanku tinggi besar, jadi kayak gorilla.

“ Semuanya, aku pulang duluan” Ucap Dimas.

“ Dahh, semuanya” Ucap Desi sambil melambaikan tangannya.

“ Hati – Hati, makasih ya semuanya” Ucap Mina.

Dimas dan Desi meluncur pulang. Lalu Ikal pun menyusul pulang.Tinggal aku, Mina dan Ibunya, dirumah.

“ Aria makasih yah buat semuanya.” Ucap Mina

“ Sama – sama, ini bukan ide aku tapi anak – anak, ya aku sih hanya tim penghiburlah. Hahaha”

Mina Hanya tertawa geli. Aku dan Mina bersenda gurau diteras. Hanya ini yang bisa aku lakukan pada Mina. Memberinya hadiah kecil mungkin menurut orang banyak ini hanyalah sebuah lelucon, ga ada harganya. Tetapi makna yang ada dibalik semua itu adalah sebuah cinta dan keindahan hidup ini.

Setelah puas bercanda bersama Mina aku pamit pulang pada Mina dan tak lupa pada ibunya. Aku pulang dengan hati lega tak ada beban lagi,namun masih ada yang mengganjal dihatiku. Mungkin ada yang kurang. Oh iya aku masih menyimpan hadiah untuk Mina jilid dua. Hanya beberapa foto Mina yang diedit menjadi video slideshow.

Sesampainya dirumah aku mulai memikirkan konsep. Rada bingung juga untuk buat video kayak gini. Susahnya cari inspirasi. Mendingan nyalain komputer siapa tau keluar inspirasi, sambil ngedengerin lagunya White Lion ‘ Till Death Do Us Apart’.

“ Baby I’ll be your friend

My love will never end

Till death do us apart”

Asyik betul ngedenerin lagu ini. Pengennya jadi kenyataan. Hahaha. Suara dari Mike Tramp membuat arus khayalku terbang ke angkasa untuk meraih inspirasi. Tak lama inspirasi pun datang, kugambar storyboard – nya biar ga lupa. Aku cek beberapa software yang cocok untuk proyek ini. Baiknya aku coba Windows Movie Maker.

Setelah kucoba ternyata ada yang kurang dari software ini. Mungkin yang satu lagi , Adobe Premire Pro. Setelah dilihat ruang kerjanya, ternyata cocok. Baiklah aku memulai dengan mengedit beberapa foto Mina.

“ I, cepetan pake komputernya, kakak mau pake” Ucap Kakakku dibalik pintu ruang komputer.

“ Iya, bentar lagi” terpaksa aku tunda pekerjaanku. Tapi tak apalah. Lagi pula konsepnya belum matang. Masih ada yang harus ditambah.

Masuk kedalam kamarku dan ganti baju, terlentang dikasur busa sambil melihat langit - langit. Rasanya baru kemarin aku berjumpa Mina, saat psikotes disekolah. Saat itu baru saja masuk SMA. Padahal sudah setahun lebih kejadian itu. Sungguh indah, baru pertama aku melihat wanita secantik dia tentunya setelah ibuku.Matanya, wajahnya, tutur bicaranya, dan masih banyak hal yang membuat dia begitu indah. Aku merasa dialah pelabuhan hatiku. Walaupun saat itu aku sudah memiliki kekasih. Tetapi dia begitu indah.

Semakin lama semakin hebat perasaan ini padanya. Apalagi dia mulai curhat denganku. Aku makin mengenal dan mengerti bagaimana memperlakukan wanita, dan aku mulai tahu bahwa wanita itu adalah mahluk yang sensitif.

Mimpi terus berlanjut.

Esok harinya disekolah, pada saat istirahat. Sama dengan hari yang lain penuh dengan canda tawa dikelas, namun ada yang aneh dengan Mina, dia melamun dan tidak terganggu dengan ributnya kelas.

“ Na?” Sapaku

“ apa?”

“ Kenapa? Kok kamu keliatannya ngelamun aja?”

“ Nggak apa – apa. I perhatiin aku aja. Jadi malu”

“ Dasar kamu. Geer.”

“ Aria, aku mau nanya, susah ga bikin figuranya?”

“ Lumayan sih, agak pegel waktu motongin stik es krimnya”

Aku dan Mina pun berbincang – bincang hangat,tak terasa bel masuk pelajaran pun berdentang.

Jam berpacu begitu cepat, tak terasa bel pulang berdentang. Riuh suara anak – anak keluar dari tiap kelas. Aku pun bergegas untuk pulang karena masih ada yang harus dikerjakan.

“ Aria!!”

Aku berhenti sejenak dan menoleh kebelakang, ternyata Mina yang memanggilku.

“ Apa?”

“ kamu pulang sama siapa.”

“ Sendiri”

“ Anterin aku pulang yah, da baik”

“ Loh, ga bareng Syifa?”

“ Nggak. Soalnya dia latihan paduan suara”

“ Oke.”

Sesampainya di tempat parkir aku menyalakan motorku. Walaupun jadul tetap bisa ngebut, coy!

“ Ini, motor kamu?” Tanya Mina.

“ Iya, kenapa aneh yah?”

Nggak, kerena aja motornya”

“ Pastinya, gak akan jauh sama yang punya. Ayo kita naik takut macet.”

Mina naik motorku. Hatiku berbunga – bunga, akhirnya kesempatan ini datang juga padaku. Aku antarkan Mina menuju rumahnya. Tiap kelok jalanan , tak terasa rangkulan Mina pada pinggangku semakin erat, semakin berbunga – bunga saja hati ini. ‘ Si Lender ’ kubawa agak ngebut agar rangkulan ini semakin erat.

“ Aria, pelanin bawanya. Takut nih.”

“ Kenapa? Katanya pengen cepet – cepet pulang?”

“ Bukan gitu, aku takut dan kamu tau ’kan bensin lagi mahal?”

Aku nurut saja perkataan Mina. Bagaimana pun dia wanita tak bisa diajak ngebut. Tak terasa, kami sudah sampai didepan rumah Mina.

“ Udah sampai ditujuan, neng.” Ucapku menirukan suara tukang ojeg.

“ Oh, jadi berapa ongkosnya mang?”

“ Buat neng mah gratis, kan neng cantik.”
Mina tertawa geli. Dan wajahnya memerah.

“ Besok ada PR gak?”

“ Gak tau. Ntar kalo ada aku SMS kamu. I mau masuk dulu?”

“ Gak ah, mau pulang. Udah laper.”

“ Kalo mau makan mah disini aja.”

“ Ga Ah malu”

Aku pamit pada Mina untuk pulang. Kutancap sepeda motorku menuju rumah untuk mengerjakan surprise jilid dua. Indahnya hari ini, parfum Mina masih melekat pada jaketku, nampaknya jaket ini takkan kucuci, :D . Hari ini mungkin anugerah dari Tuhan. Terimakasih Tuhan,

Sesampainya dirumah aku langsung mengerakan pembuatan video slide. Semua sudah disiapkan, foto mina Puisi dan buku tutorial yang kupinjam dari kakakku.

Hari yang kunanti akhirnya tiba, semua sudah selesai. Video slide buat Mina. Tinggal memberikan padanya hari ini. Lebih baik aku telepon dia. Takutnya dia tak ada dirumah.

“ Halo” Ucapku

“ Halo, ada apa Aria?”

“ Kamu lagi dirumah gak,aku mau kesana sekarang.”

“ Iya dirumah, mau ngapain?

“ Ada siapa aja? Mau maen aja. BT malam Minggu ga kemana – mana. Sambil ngasih sesuatu buat kamu.”

“ Ada anak – anak cewek. Okay”

“ Sip, bentar lagi Aria kesana”

Kututup telepon. Langsung aku tancap sepeda motorku. Angin malam menusuk tulangku tak kuhiraukanm tujuanku hanya satu, Mina.

Sesampainya di rumah Mina, kupencet pintu bel rumah Mina. Dan ibunya yang membuka pintu untukku.

“ Eh, Aia. Mau ke Mina?” Ucap Ibu Mina.

“ Iya tante, Minanya ada?”

“ Ada, bentar tante panggilin.”

Ibu Mina masuk untuk memanggil Mina. Aku menunggu di teras depan , duduk dikursi kayu. Sambil melihat ke langit luas. Tak lama kemudian Mina keluar dan menemaniku diteras depan.

“ Hai, Aria. Sama siapa kamu kesini?”

“ sendiri. Eh anak – anak kemana. Kok gak keliatan?”

“ Udah pada pulang. Kemaren kan abis nginep disini. I katanya kamu mau ngasih surprise lagi buat aku” Ucap Mina sambil duduk disampingku.

“ Loh, siapa yang mau ngasih surprise kamu !” Ucapku dengan nada ketus.
” Katanya ditelepon mau ngasih surprise. Ah kamu mah. Ya udah aku masuk.” Mina berdiri dan berjalan menuju pintu, lalu aku memegang tangannya.

“ Na, jangan pergi dong. Nih, surprise – nya.” Kukeluarkan CD yang berisi video slide.

“ Ini apa?”

“ itu namanya CD !”

“ Iya, tau. Tapi isinya apa?”
” Hehehe. Tonton aja deh pokoknya surprise.”

Mina kembali duduk disampingku setelah tadi hampir saja dia ‘kabur’ dariku. Semoga dia semakin tau isi hatiku walaupun dia sudah tau isi hatiku.

“ I, aku mau cerita.”

“ cerita apa?’

“ Ih ini bagus ceritanya. Tapi aku malu buat nyeritainnya. Hehe”

“ Ga usah malu. Sok cerita.”

“ Kamu tau’ kan pas aku ulang tahun?”

“ Tau. Terus?”

“ Kan, kalian udah pada pulang. Gak lama kemudian Eki datang kerumah pake mobil, terus dia ngasih kado boneka Snoopy. Aku seneng banget. Terus dia nembak aku. Indah banget tanggal jadiannya pas aku ulang tahun.”

MHH...... dadaku tersentak, lupa akan bernapas. Hatiku luka lagi. Mina tak sengaja merobek hatiku lagi. Luka lama menganga lagi. Sakit. Entah harus bagaimana.

“ I. Kamu kenapa?” tanya Mina.

“ Enggak apa – apa. Cuman keselek”

“ Nih, minum atuh.”

“ Ga, usah.”

Lalu Mina kembali bercerita

“ Sebenernya dia gak terlalu ganteng. Cuman tajir. Banyak yang suka, mantannya ga ada yang gagal.”

Begitu rupanya. Hati ini menjadi hancur berantakan. Setelah mendengar kata – kata itu. Eki memang gak ganteng, cuman duitnya yang ganteng gak ketulungan.

“ tapi, I. Sebenernya aku sekarang mau serius pacaran gak kayak dulu lagi.”

“ Ya bagus kalo gitu.”

“ Tapi, dia siap gak yah buat serius.”

“ Yang namanya cowok harus siap dalam keadaan apapun.”

Setelah Mina selesai bercerita. Aku pamit pulang pada Mina dan Ibunya. Aku pulang dengan perasaan hancur, ingin menangis tapi air mata tak ingin keluar. Harus bagaimana lagi. Desir angin dipepohonan seperti meledekku sepanjang jalan pulang.


Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke dalam kamarku dengan muka ditekuk. Aku hanya bisa tertunduk lesu menyembunyikan rasa sedihku dari kakakku.

“ I. Kenapa kamu manyun?” Tanya kakakku.

“ Gak apa – apa cuman pusing”
” minum obat.”

Tak kuhiraukan kakakku. Aku larut dalam kesedihanku. Di kamar, sendiri dengan lampu kumatikan, dan sayup - sayup radio memutarkan lagu – lagu slow rock. Ingin sekali aku menangis tapi air mata tak keluar. Apa salahku. Hingga Mina bersama dia? Apa kekuranganku? Siapa yang harus aku salahkan? Apakah ini salahku, salah Mina, atau keadaan, mungkinkah takdir? Tuhan berilah hambamu ini petunjuk.

Dua hari kemudian....

Pagi hari di sekolah dan aku baru saja masuk kedalam kelas. Dan Mina sudah berada dimejanya. Sendiri.

“ hai, Mina.” Sapaku.

“ Hai, Aria.”

“ Na, gimana suka videonya?”

“ suka. I. Itu beneran perasaan kamu sama aku?”

“ Iya. Komentar kamu tentang videonya gimana?”

“ Bagus banget. Aku suka sama puisi yang terakhir”

“ Baguslah. Na mungkin ini bukan saat yang tepat buat bicarain hal ini kekamu.”

“ Loh, kamu mau bicara apa?”
” Aku pengen nepatin janjiku sama kamu.”

“ Janji yang mana?”

“ Yang 6 bulan yang lalu. Tapi kenyataannya kamu sudah ada yang memliki.”
” Maafin aku Aria. Untuk sekarang aku lebih nyaman kamu jadi kakak aku, pelindung aku. Mungkin jadi pacar gak bisa. Kan mencintai ga selalu memiliki.

“ Ya gak apa – apa. Aku ngerti kok sama keputusan kamu.’

“ Tapi, Aria. Kamu gak akan berubah kan?”

“ Enggak Mina, aku tetep sayang kamu kok.”

“ Gak, akan beda kan?

“ Gak, ngapain beda sama kamu. Tetep kayak dulu kok.”

“ Baguslah. Aku takutnya kamu berubah udah tau aku punya pacar dan ga nepatin janji aku sama kamu.”

Bel masuk sekolah sudah berdentang. Dan aku masih berat melepas dia.

Dirumah, selepas sekolah aku hanya bisa melamun lagi. Ada apa denganmu Mina?. Mengapa kamu tidak bisa menepati janjiku: “ Aku bakalan nungguin kamu sampai kamu putus dengan Ihsan.” Itulah janjiku. Aku gak mungkin mengingkari janjiku sendiri.

HP – ku bergetar dan telepon dari Mina. Terdengar suara Mina seperti habis menangis.

“ Halo, Aria”

“ Apa?”

“ aku pengen ketemu kamu.”

“ Kenapa?”

“ pokoknya pengen ngobrol sama kamu”
” mau dimana? “

“ di Cafe Amigos”

“ Ya udah aku kesana.”

Aku bergegas menuju Cafe Amigos. Ada apa? Mina sepertinya mengalami sesuatu. Sesampainya disana, aku langsung menuju lantai dua dimana biasa aku dan teman – teman menghabiskan malam Minggu, dan Mina sudah ada disana. Terlihat mata Mina merah, nampaknya dia baru saja menangis.

“ Hai, kenapa?’

“ Aria, maafin aku lagi.”

“ kenapa?”

“ Aku baru inget sama janji kamu. Mau nungguin aku putus sama Ihsan.”

Ternyata dia ingat. Kukira dia lupa, dan memang lupa akan janjiku.

“ Kok, jadi rumit gini.” Mina bersandar di lenganku dan menangis sejadi - jadinya.

“ Mina. Aria juga gak nyangka bakalan kayak gini. Percuma Aria nungguin kamu. Percuma Aria ngedeketin kamu selama setahun.”

“ Maafin aku Aria. Aku gak bakalan lupa lagi.”

“ ternyata betul apa yang dikata orang. Pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu.”

“ Aria. Maafin aku lagi, aku cuman ngejar status. Aku gak mau jomblo lama. Tapi ternyata kayak gini. Dan aku baru tahu Eki gak bisa serius buat pacaran sama aku.”

“ Maafkan juga aku Mina. Sepertinya aku akan berhenti berharap tentang kamu, dan melupakan janjiku.

“ Tapi, Aria. Kamu gak akan berubah kan?”

“ Entahlah.” Aku berdiri meninggalkan Mina seorang diri. Aku bergegas pulang.

Sesampainya dirumah, aku mecoba untuk merenung, apakah benar perbuatanku pada Mina? Aku masih sakit hati, dia telah mematahkan hatiku. Nampaknya aku tak bisa memaafkan Mina saat ini. Harus aku lupakan celotehan, candaan, tawa, senyuman,sayang, dan cinta dari Mina. Selamat tinggal Mina. Mungkin aku tak akan Berharap tentang dirimu lagi.

Enam Bulan Kemudian

Dipulau Bali.........

Sunset di pantai Kuta sangat Indah disertai ombak berkejar - kejaran, menjilati bibir pantai dan angin sepoi – sepoi membelai hatiku. Aku khusyuk melihat itu semua, tak ada yang mengganggu. Terbuai indahnya Pantai Kuta.

“ Say.... serius banget, sih?”

“ eh.. kamu, lagi asyik nih. Abis darimana?” Ucapku

“ Abis beli snack, Buat Kita makan disini.”

“ Bagus. Kamu tau aja kalau kakang prabunya lagi lapar.

Dia hanya bisa tertawa geli dan dia duduk disampngku, merebahkan badannya dibahu kiriku, dia menemaniku menikmati indahnya pantai kuta. Dia adalah Mina wanita yang kukejar dan kulupakan. Kini menjadi milikku dan aku harus menjilat ludahku sendiri.

“ Say... gak kerasa yah udah tiga bulan kita jadian” Ucapku.

“ Iya. Terus pas banget sama liburan ke Bali.” Ucap Muna

“ Jadi romantis di pulau eksotis. Hahaha”

“ Iya. Sekolahan kita baik ngasih liburan ke Bali. Indah banget rasanya aku gak mau pulang pengen tetep disini.”

“ Sok aja kamu disini sendirian. Tapi aku pulang serombongan sama sekolah. Hahaha. “

“ Aria.. Pokoknya gak ada yang bisa misahin kita “

“ Iya. Sampai maut memisahkan kita.”

“ Iya. Selamanya cinta sama kamu.”

“ Na, saat ini kau ada disampingku, menyaksikan matahari terbenam dipinggir pantai. Ombak menjilati matahari yang malu meninggalkan kita disini, angin sepoi membawa cinta diantara kita disimpan di langit ketujuh agar abadi dan diberkati.

“ Aria. Kamu bisa aja bikin aku malu. Tapi bagus juga.”

“ Hehehe. Semoga aja kita selalu bersama.”

Pelukan Mina semain erat dipinggangku. Ku tatap wajah Mina. Kudekatkan wajahku ke wajahnya, tak terasa bibirku mencentuh bibirnya, kulumat bibir Mina. Kucium Mina dipinggir pantai Kuta. Tak peduli banyaknya orang depanku melewat sambil melihat kearah kami. Indah kemenanganku atas semua perjuanganku. Di atas pasir, senja pantai Kuta. Kunikmati matahari terbenam dan bibir Mina.

Semoga aku dan kamu, Mina. Tak ada yang bisa memisahkan.

Amin.

HADIAH UNTUK MINA (Terinspirasi dari kisah nyata)

02 February 2009

DUIT MAU?

Hallo para pembaca

Anda pasti sudah tahu dong apa itu blog.

Tapi tahukah anda bahwa nge-blog (aktifitas melakukan blogging) bisa menghasilkan anda duit?

http://ngeblogdapetduit.com/amember/go.php?r=4624&i=l0
Anda pasti sudah tahu dong apa itu blog.

Tapi tahukah anda bahwa nge-blog (aktifitas melakukan blogging) bisa menghasilkan anda duit?

http://ngeblogdapetduit.com/amember/go.php?r=4624&i=l0

Anda pasti sudah tahu dong apa itu blog.

Tapi tahukah anda bahwa nge-blog (aktifitas melakukan blogging) bisa menghasilkan anda duit?

http://ngeblogdapetduit.com/amember/go.php?r=4624&i=l0

Lho? Koq bisa?

Iya, begini saya jelaskan sedikit.

Blog kan seperti website. Nah kalau blog anda ramai dengan pengunjung, maka blog anda bisa menampilkan iklan dari pemasang iklan.

Ketika pengunjung anda meng-klik iklan tsb, anda akan dibayar. Ya, pengunjung hanya perlu meng-klik iklan yang tampil di blog anda, dan anda akan dibayar.

Jadi anda tidak perlu susah payah menjual barang atau jasa kepada orang lain untuk mendapatkan duit.

Sekali lagi, anda hanya perlu menampilkan iklan di blog anda, lalu pengunjung yang datang ke blog anda hanya perlu meng-klik iklan anda, dan anda pun dibayar.

http://ngeblogdapetduit.com/amember/go.php?r=4624&i=l0

Ini adalah sebuah bisnis yang real dan nyata, seperti koran dan majalah yang menampilkan iklan dari sang pemasang iklan, mereka (koran dan majalah) pun dibayar.

Lewat blog anda menampilkan iklan dari sang pemasang iklan pun sama, hanya saja ini lewat sarana Internet.

Dengan perkembangan teknologi yang cepat, Internet adalah sarana yang sangat efektif saat ini dan di kemudian hari untuk menyampaikan produk dan jasa yang ditawarkan oleh pemasang iklan.

Apa artinya semua ini?

Artinya anda bisa memanfaatkan blog anda menjadi mesin uang buat anda. Apabila anda belum punya blog juga tidak apa apa, karena saya akan tunjukkan kepada anda bagaimana seorang pakar telah terbukti mendapatkan US$580.04/Blog/Bulan dari Internet hanya dengan nge-blog, dan bagaimana anda bisa meniru dan mencontek ia.

Ya, US$580.04 setiap Bulan hanya dari 1 Blog!

Mau tahu bagaimana caranya?

http://ngeblogdapetduit.com/amember/go.php?r=4624&i=l0



Sampai Jumpa Disitu ya

Aldo Ariakusumah




20 December 2008

L I A R



Udara Bandung hari ini kurang bersahabat. Siang ini panas, mau pergi keluar juga males. Mending di rumah santai ria.


“ Alil. “ Mama memanggilku.

“ Apa, Mah ?”

“ Kamu, diem terus ‘gak ada kerjaan, kamu ’kan bukan patung. Beliin Mama buat makan malam ke pasar.”

“ Ah…., Mah ‘kan diluar panas, males ahh….”

“ Eh, Kamu mulai ngebantah orang tua, Cepet ! Nanti kualat !”

“ Iya, apa aja yang harus dibeli ?”

“ Nih catetannya , jangan lupa.”


Mulai aku berangkat menuju pasar. Sebenarnya sih lebih enak di rumah kalo hari libur gini, karena saya harus mengemban misi dari “komandan” saya untuk membeli keperluan makan sehari – hari, jadi harus keluar rumah, deh.” Ke supermarket deket rumah aja, males ke pasar mah, ‘ga bisa ngeceng. Haha… Pake sepeda aja biar dikit olahraga. Meluncur.


Lumaya macet,uy. Namanya juga Bandung lagi weekend pasti macer. Harus agak nyelip – nyelip diantara angkot “biadab“. Untung pake sepda coba pake motor bisa berabe. Kayuh teru sepedanya, biar cepet nyampe. Tinggal dikit lagi.

“NOOOOTTTT!!!!” Suara klakson nyaring ditelingaku.

“ Nyisi jang !!! (minggir nak)” Teriak supir angkot

“ Supir angkot Gelo !!!! (gila)” Umpatku.

Supir angkot di kota ini emang ‘ga ada yang beres. Seenak uel aja ngejalanin mobil. Akhirnya sampai juga di supermarket. Apa aja yah? Liat catetan dulu. Kangkung satu ikat, daging sapi setenga kilo, spaghetti satu bungkus, sama susu sapi cair satu kotak. Cari ayo, cari.

Dugg…

“Eh, Maaf” ucap seorang perempuan padaku.

“ Oh, ‘ga apa – apa. Duh, barang belanjaannya jadi jatuh. Sin saya bantu.”

“ Eh, ‘ga usah, ini gara – gara kecerobohan saya.”

“ Ah, ga apa – apa”

“ Mmmh….. makasih yah udah mau nolongin saya”

“ Sama – sama”

“ Namaku Merry” ucap gadis itu sambil memberika tangannya padaku.

“ Oh.. Kahlil. Kamu bisa manggil aku Alil”

“ Makasih ya, udah ngebantu. Jadi ngerepotin nih “

“ Sama – saa. Ah ‘gak kok. Aku duluan yah.”

“oh ya. Silahkan. “

Wafuh, ga salah tuh bidadari turun darimana?canik banget. Tinggal apalagi yah? Oh iya tinggal daging sapi! Belanja beres tinggal bayar.

“ Ehm” suara cewek dibelakangku. Siapa yah?

“ Alil” panggilnya dengan suara centil.

“ Eh, Merry udah selesi belanjanya yah?”

“ Iya, kamu juga. Duh ada yang mau masak – masak nih di rumah.”

“ Iya, disuruh Mama”

“ Oh, kirain kamu yang mau masak”

“ Aku juga bisa, kok”

“ Eh, lil giliran kamu tuh”

“Oh, iya, aku duluan yah.”

“Sip”


Setalah membayar, akupun menunggu merry. Walaupu baru kenal, dia sedikit agresif, udah mulai ngedeketin aja. Hahaha……..

“ Eh, alil kok nasih disini ngapain?” Tanya Merry

“Nungguin kamu.”

“ ngapain”

“ah, biasa biar bisa lebih deket sama kamu. Hehehe….. Ngerti kamu juga.”

“ oh, sini minjem HP kamu, ada pulsanya ’kan?”

“ Ada dong, nih”

“ Merry mengetikan nomernya Di HP – ku. Lalu di miscall – kan ke HP – nya.

“ Udah. Nih Hp kamu”

“ Oke”

“ Nanti malem jangan lupa telepon atau sms aku yah.”

“ Sipp”

“ Dah Alil”

“ Dah Merry”

Cihuyy…… Akhirnya dapet juga cewek kayak Gini. Enak!!!!” ternyata dapet juga cewek yang agak “galak” padaku. Hahahaha…… Pulang kerumah. Enak ngayuh sepeda ga kersa capek. Biarin senyum - senyum sendiri kayak orang gila. Lagi seneng nih, Hahaha…. Nyampe ditujuan, adalah rumah. Buka pintu. Langusng menuju dapur. Sang Bunda tercita telah menuggu disana.

“ Lama banget sih, kamu.ngapain aja disana?”

“ Gak ngapain – ngapain kok.”

“ Gak ngapain – ngapain, kok senyum – senyum kaya orang gila.”

“ Hehe……” Aku hanya bisa tertawa sedikit malu.

“ Nih mah belanjaannya.”

“ Gak akan bantuin Mama, nih?”

“ dibantuin dong, masa dibantuinlah, udel aja bodong, masa bolah. Hahahaha...”

“ ih, Kamu.”

“ Tapi bentar mah, Alil mau istirahat dulu, capek abis ngayh sepeda. Yah?”

“ Iya. Tapi kalo Mama manggil harus cept kesini, yah.”

“ Okek.”

Kebayang – bayang terus wajah itu cewek. Mmh …….. Merry. Ajaib, aku bisa ketemu kamu. Telepon janga yah? Ah jangan dia suruh nanti malem aja neleponnya. Duduk disofa minum jus jeruk, ah…… begitu indah hidup ini. Hahahaha………

“ Alil, bantuin mama, nak!!!!”

“ Iya.”

Berajalan menuju dapur. Eh, ada cemilan nganggur. Ambil dikit aja.

“ Cepet, Alil.” Ucap Mama kesal.

“ Iyah.”

“ Nih, tolong tepungin dagingnya, terus celupin ketelor abis itu, gulung – gulung ditepung roti.”

“ Okek.”

“ Awas, hati – hati jangan salah.”

Wah,kayaknya enak nih makannanya. Rawwr….. kayak gin nih kalo mantan juru masak hotel bintang lima pasti aneh tapi eak.

“ Mah, Udah nih.”

“ Udah. kalo udah, masukkin ke wajan, minyaknya udah panas belum?”

“ Udah.”

“sok, masukin.”

“ Sipp”

Kreteng…. Kreteng …… Kreteng sura minyak menggoreng daging…Mhhh… Harum…

“ Assalamualaikum”

“ Wa’alaikumsalam. Eh Papah udah pulang.” Ucap mama.

“ Masak apa nih, harum begini?”

“ Ada deh., pokoknya kejutan.”

“ Ah, Mama bisa aja.”

“ Lil, bawain Papa minum”

“ Oke”

“ MaKasih yah”

“ Sipp”

“ Alil, Bawa makanannya kemeja makan” Ucap Mama.

“ Iya.”

Lagi sibuk menyiapkan buat makan malam, eh ada yang nelepon. Kuangkat telepon itu.

“Alil lagi apa?

Oh ternyata Merry. Suaranya enak, merdu.

“ lagi mau makan, Merry mau?”

“ mau dong, haha…… Gak mungkinlah kejauhan tau”

“ Haha….”

“ Lil, Jangan lupa janji kamu. Yah.”
“ Sipp’

Dah Alil’

“ Dah”

Duh, nih cewek baru juga kenal. Jadi agak risih, nih. Jarang – jarang ada cewek kayak gini. Kesempatan langka. Makan dulu, ah.

Makan pun beres. Aduh …… ada PR yang belum, nih. Ah, buru – buru ngerjain, biar agak enak ngobrol sama Merry.

“ Ah, Akhirnya PR beres. Tinggal nelepon Merry deh.

Terdengar RBT lagunya D’ Massiv yang berjudul "cinta ini membunuhku"

“ Halo.” Terdengar suara merdu Merry.

“ Halo juga, lagi apa Mer?”

“ Lagi maen dirumah temen”

“ Jam segini. Kok belum pulang?”

“ Belum. Kan belajar sambil bermain. Hahaha?”

“ Merry, sini dong sayang…..” Terdengar suara pria dari kejauhan memanggil Merry.

“ Siapa itu!?”

“ Bentar” Merry langsung melepas Handphone – nya.

Aku curiga. Merry lagi nagapain sih? Aneh.

“ Halo, Alil.” Ucap Merry

“ Apa. Tadi siapa? Kok suara bapak – bapak?”

“ Ngggg….. Itu Om Aku.”

“ Hah…. Om kamu? Bukannya kamu ada dirumah temen kamu?”

“ Eh, salah itu Om temen aku.”

“ Oh, Mer besok nonton , Yuk.”

“ Ayo –ayo aja , dimana?”

“ Di B.I.P. Biasa nomat.’

“ oke deh, jam berapa?

“ Abis aku pulang sekolah aja deh. Eh, ngomong – ngomong kamu sekolah atau kuliah?”

“ Kuliah.”

“ Oh. Kamu besok ada kuliah ga?

“ Ada, Ttapi cumin sampe jam satu siang, kok”

“ Oh, aku pulang jam setengah satu siang”

“ Ya udah aku tungguin aja disana, kamu pasti pulang dulu ’kan?”

“ Iya.”

“ Ya udah. Aku mau ngerjain tugas dulu yah. Dah Ali.

“ dah Merry.”

Wah. Ternyata sekarang gamanh yah ngedeketin cewek kalau kita punya keberanian segede gunung. Weleh, weleh. Tapi tadi siapa yah? Rada curiga nih, kok ada bapak – bapak manggil Merry genit yah? Ah ga boleh su’dzon, dosa. Moga ja bukan apa – apa. Saatnya mandi.


Mandi beres. Ganti baju. Terus nonton TV

“ Alil, kok baru mandi jam segini, sih? Ucap Maa

“ Biar seger, Mah”

“sekalian aja pake kembang, nak”

“ Haha. … mama bisa aja.”

“ Udah cepe pake baju dulu nanti masuk angin”

“ Iya”

Pake baju udah beres. Nonton TV ah.

Ah. BT nih acaranya gak ada yang rame. Meningan tidur, ah. Biarsemangat keteu sama Merry.

“ Ouh Merry. Kau begitu cantik.”Ucapku sebelum tidur

“kkkkrrrrrrrrr…….” Suara Alarm berbunyi

“ Mmh…”

Hah, udah jam enam kurang 15 menit. Waduh bisa telat kesekolah nih. Mandi ayo mandi.

“ Kok jam segini baru bangun sih?”

” Mmmh….”

Ku hiraukan petanyaan Papa. Langsung buru –buru ke kamar mandi. Udah telat soalnya.

Mandi beres. Pake seragam. Langsung sarapan. Siapin pelajaran dulu. udah deh beres. Tinggal sarapan.

“ Mah, sarapannya sama apa?”

“ Roti isi”

“ Oh” Langsung tancap makan. Udah telat nih.

“ Pelan –pelan dong, maknnya, nanti keselek” Ucap Papa.

“ Udah telat” Kupercepat mengunyah roti. Langsung minum susu.

“ Pah, mah. Ali berangkat sekolah dulu.”

“ Hati – hati nak.”

“ Iya”

Ku keluarkan motor. Panasin bentar. Ayo menuju sekolah!!!!!!!!!!!!

Pulang dari sekolah, ah udara di Kota Bandung masih aja agerah, pengennya sejuk.

Tiba –Tiba Hp - ku bergetar. Eh, ada SMS dari Merry.

Alim aku OTW ke B.I.P.
Aku tunggu disana yah.

Oke! Langsung menuju rumah ganti baju dulu. nyampe di rumah buru – buru ke kamar terus ganti baju dan pake parfum dikit. Beres deh. Langsung ke garasi dan cabut.

“ Alil. Mau kemana? Dari tadi buru – buru amat.”

“ Eh… Anu mah ada janji asama temen.”

“ oh, gitu. Ya udah hati – hati dijalan.”

“ Iya”

Ayo cepet. Langsung menuju B.I.P. Gak peduli jalan panas, macet, supir angkot gila, dan kawan – kawan lainnya. Yang penting ketemu sama Merry.

Ah…. Akhirnya sampai juga di. B.I.P. telepon Merry.

‘Halo. Mer, kamu dimana?”

“ Di food court. Kamu dimana.”

“ Di bawah. Ya udah aku langsung kesana”

“ okey, dah”

“ Dah.”

Langsung menuju food court. Disana Merrry sudah menunggu.

Dari tempat food court saat aku masih di escalator, Merry sudah melambaikan tangannya. Langsung aja kesana.

“ Hai” Ucap Merry

“ Hai. Udah lama nungguin?”

“ Nggak, baru aja duduk – duduk bentar.”

“ Mau nonton apa?”

“ Mmhhh….. Nanti aja ah, kita nogbrol dulu aja?”

“ Oke”
Aku dan Merry terlibat pembicaraan yang hangat, sesekali diselingi senda gurau. Dia cerita kesana – sini dan aku hanya menjadi pendengar setia dan sesekali bercerita, namun Merry yang lebih cerewet dari aku.

“ Dan. Dia itu, ternyata aneh. Hahaha…….” Tawa Merry begitu heboh.

“ Oh. Gitu. Hahaha”

“ Terus dia pergi ke…..”

“ Sorry banget omongan kamu aku potong dulu”

“ kenapa?”

“ aku mau nanya sesuatu sama kamu”

“ Apa?”

“ Kamu lagi jomblo gak?”

“ Dibilang jomblo emang iya. Soalnya aku lagi males pacaran Lil Emangya kenapa kamu naya yag kayak gitu?”

“ Mmhh….. kamu mau gak jadi pacar aku? Aku jatuh cinta sama kamu saat pertama kali kita ketemu.”

“ Eh, kamu serius Lil mau jadi pacar aku? Syaratnya berat, loh….”

“ Apapun persyaratan yang engkau berikan. Aku pasti sanggup mejalankannya.”

“ Ih, kamu kok jadi puitis gitu sih. Haha….. kamu mau gak nerima aku apa adanya? ”

“ Oh, tentu mau dong!!!”

“ Beneran. Sini aku bisikin sesusatu. Tapi kamu harus jaga rahasia ini.”

Merry mulai mendekatkan mulutnya ketelingaku dan mengucapkan dua patah kata. Setelah itu dia duduk kembali.

Aku hanya bisa angguk – angguk saja tanda mengerti.

“ gimana sanggup, gak?”

“ Iya. Aku sanggup. Gak apa – apa yang penting cinta sucimu hanya milikku. Walaupun tubuhmu dijamah – dijamah orang – orang.”

“ Ah… Alil jangan gitu ah. Aku kan jadi malu. Beneran nih?”

“ Iya. Beneran”

“ makasih yah, Lil”

“ sama – sama.”

“ Ya udah kita nonton,yuk” Ucap Merry sambil berdiri.

“ Yuk.” Jawabku sembari berdiri

“ Mau nonton apa Lil, ktia?”

“ Nanti, kita liat aja distudionya. Apa aja yang rame filmnya.”

“ Oke, bos”

Kecurigaanku memang benar adanya. Saat ku telpon dia, suara bapak – bapak itu bukanlah Om Merry juga Om temannya. Aku juga bisa ngerti, kok. Tak ada yang perlu disesali

Aku dan Merry bergandengan tangan menuju tempat pembelia tiket. Yah inilah hidup. Pahit, manis, dan asem harus dihadapi. Walaupun kita gak menginginkan itu. Kalau emang jodoh. Ya sudah terima aja. Itu emang pemberian Allah, kita gak bisa minta lebih. Patut disyukuri. Dan aku harus mulai belajar menerima Merry apa adanya, begitu juga dia. Ini memnag kenyataannya, kok. Ini jalan hidupku dengan Merry. Karena Merry adalah kupu – kupu liar dan memang liar.




14 November 2008

THE UNCRWONED KING

The Tielman Brothers were the first Indonesian band that successfully went international in the 1950s. They were one of the pioneers of rock and roll in The Netherlands. The band was quite famous in Europe, long before The Beatles and The Rolling Stones. Their music was called Indorock, a fusion of Indonesian and Western music, and has roots in Kroncong.


History

-The Timor Rhytm Brothers (1945-1957)
-Reggy Tielman (banjo,guitar,vocal)- Surabaya, 20 May 1933
-Ponthon tielman (double bass,guitar,vocal)- 4 Agustus 1934 - 29 April 2000
-Andy Tielman (guitar,vocal)– 30 May 1936
-Loulou Tielman (Herman Lawrence)(drum,vocal)– 30 oktober 1938 - 4 Agustus 1994
-Jane Tielman (Janette Loraine)(vocal)- 17 Agustus 1940 - 25 juni 1993.

-The Four Tielman Brothers-The 4 T's (1957-1959)
-Andy Tielman (lead guitar,vocal)
-Reggy Tielman (2nd lead guitar,vocal)
-Ponthon Tielman (double bass,vocal)
-Loulou Tielman (drums,vocal).

-The Tielman Brothers (1960-1963)
-Andy Tielman (lead guitar,vocal)
-Reggy Tielman (2nd lead guitar,vocal)
-Franky Luyten (rhytm guitar,vocal)
-Ponthon Tielman (bass guitar,6 string bass,vocal)
-Loulou Tielman (drum,vocal)

The Tielman Brothers (1963-1964)
-Andy Tielman (lead guitar,vocal)
-Alphonse Faverey (lead guitar) ex strngers;to The Four Beat Breakers>The Time Breakers
-Reggy Tielman (2nd lead guitar,6 string bass, vocal)
-Franky Luyten (rhythm guitar,vocal) to The Four Beat Breakers>The Time Breakers
-Ponthon Tielman (bass guitar,6 string bass,vocal)to Tielman Royal;afterwards back to Indonesia
-Loulou Tielman (drum,vocal)
-Jane Tielman (vocal)

The Tielman Brothers (1964-1969)
-Andy Tielman (lead guitar,vocal)
-Reggy Tielman (2nd lead guitar,6 string bass,vocal)
-Hans Bax (rhythm guitar,vocal)
-Robby Latupeirisa (bass,guitar,6 string bass)
-Loulou Tielman (drum,vocal)
-Jane Tielman (vocal)

Andy Tielman and his Indonesians (1969-1971)
-Andy Tielman (lead guitar,vocal)
-Reggy Tielman (2nd lead guitar,6 string bass,vocal)
-Rob Latupeirisa (bass guitar,6 string bass)
-Loulou Tielman (drum,vocal)
-Benny Heynen (tenor saxophone,rythm guitar)
-Leo Masengi (tenor saxophone,rythm guitar)ex The High Five

Andy Tielman & The Tielman Brothers Eddy Chatelin (guitar,vocal)
-Reggy Tielman (2nd lead guitar,rythm guitar)
-Hans Bax (rhythm guitar)
-Maurice de la Croix (rhythm guitar)
-Leo Masengi (tenor saxophone,rythm guitar)
-Rob Latupeirisa (bass guitar)
-Benny Heynen (tenor saxophone,trompet,guitar)
-Loulou Tielman (drum,vocal).

Discography

FOUR TIELMAN BROTHERS
-1958 Rock Little Baby Of Mine /You're Still The One (Fernap FP 5001)

THE TIELMAN BROTHERS SINGLES:
-1959 Record Hop / Swing It Up (Imperial HI 1026)
-1960 My Maria /You're Still The One (Imperial HI 1032)
-1960 Black Eyes / Rock Littie Baby (Imperial HI 1033)
-1960 18th Century Rock/ Pretend (Imperial HI 1049)
-1960 18th Century Rock/ Pretend (Capitol 4569) USA
-1960 I Can't Forget You / AAA (Imperial HI 1060)
-1961 April In Paris / 0 Rosalie (Imperial HI 1203)
-1962 Java Guitars / Warum Weinst Du Kleine Tamara (Ariola AT 10032)
-1962 In The Mood / Sunday (ooit uitgebracht?)
-1962 Tahiti Jungle / Fern Am Amazones (Ariola AT 45366)
-1963 Little Hanschen Twist /Twistin'The Carioca (Ariola AT 10484)
-1965 Little Girl /Yes I'm In Love (Ariola AT 18054)
-1965 Love So True / Don't Go Away (Ariola AT 18056)
-1965 Maria / Marabunta (Ariola ANG 10004)
-1965 Exodus / Real Love (Ariola ANG 10006)
-1965 White Christmas / I Wonder (Ariola ANG 10007)
-1965 Little Lovely Lady / Warte Ab Darling Rosmarie
-1966 Hello Catharina / Say You're Mine (Ariola AT 18276)
-1966 No One But You /You Are The One (Ariola AT 18278)
-1966 Maria / I Wonder (Ariola AT 18614)
-1966 Exodus /White Christmas (Ariola AT 18654)
-1966 Michelle / Du Gehst Vor,ber (Ariola AT 18768)
-1966 Wanderer Ohne Ziel / Viel Zu Spat (Ariola AT 18898)
-1966 You Got To Much Going For Love / Can't Help Falling In Love
-1967 Little Bird / Gone For Good (Delta DS 1263)
-1967 Little Bird / Gone For Good (Vogue DV 14696)
-1967 Little Bird / She's Gone For Good (Rainwood R-807) USA
-1968 I Can't Help Falling In Love / Goodbye Mama (Delta DS 1271)
-1968 Absence / Little Dog (Injection TAR 61012)
-1968 Nina Don't Go / Maria My Love (Imperial TAR 61013)
-1968 Nanana Hey Hey Kiss Him Goodbye / It's Magic In You Girl (Fontana YF 278838)
-1970 Manolito / Unter'm Bambus Von Trinidad
-1971 Say A Simple Word / Summer Without You
-1972 Poor People / Forever And Evermore (met Jane Tielman)(Negram NG 309)
-1972 With Your Help /Tell Me Your Name (Injection 134548)
-1973 Hey Hey / I'm A Stranger In My Land (Negram NG 329)
-1975 Hey Hey / I'm A Stranger In My Land (heruitgave)(Negram NG 2013)
-1975 Goodbye Mama / Country Girl
-1976 Rip It Up / Move It (Philips 6012641)
1980 Jesus / Part 2 (Killroy KR 2894 KL)
-1980 Jesus / Part 2 (12-inch disco version)(Killroy KR 119504 KL)
-1981 Little Bird / Poor People (EMI 5 006-26704)
-1981 Cheryl Moana Marie / Blue Bayou
-1991 Black Eyes Rock/ Rollin' Rock


from : en.wikipedia.org